Jakarta – Radang otak disebut juga sebagai ensefalitis. Kondisi yang langka ini menyebabkan peradangan di otak sehingga membuatnya membengkak.
Radang otak bisa mengancam jiwa atau menyebabkan komplikasi jangka panjang. Penting untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan segera. Untuk itu, mengetahui tanda-tanda radang otak sangat diperlukan untuk mencegah kondisi semakin memburuk.
Tanda Radang Otak di Kepala, Leher, hingga Otot
Radang otak bisa disebabkan oleh infeksi di otak, kondisi ini dikenal sebagai ensefalitis infeksiosa. Tak hanya itu, radang otak juga bisa disebabkan karena sistem imun yang menyerang otak, yang disebut dengan ensefalitis autoimun.
Tanda Radang Otak karena Infeksi
Dikutip dari laman Mayo Clinic, kebanyakan orang dengan ensefalitis infeksiosa memiliki gejala mirip flu, seperti:
Sakit kepala
Demam tinggi
Nyeri otot atau persendian
Kelelahan
Pada umumnya, gejala ini diikuti oleh gejala yang lebih serius seperti:
Kekakuan leher
Kebingungan, halusinasi
Kejang
Tidak bisa menggerakkan area tertentu pada wajah atau tubuh
Gerakan tidak teratur
Kelemahan otot
Masalah dengan bicara atau pendengaran
Kehilangan kesadaran
Tanda Radang Otak karena Autoimun
Pada ensefalitis autoimun, gejalanya bisa berkembang lebih lambat selama beberapa minggu. Umumnya, orang dengan ensefalitis autoimun mengalam kombinasi gejala seperti:
Perubahan kepribadian
Hilang ingatan
Melihat atau mendengar sesuatu yang tidak ada, dikenal sebagai halusinasi
Kesulitan memahami apa yang nyata dan apa yang tidak, dikenal sebagai psikosis
Kejang
Perubahan dalam penglihatan
Masalah tidur
Hilangnya sensasi
Kesulitan berjalan
Kelemahan otot
Gerakan tidak teratur
Faktor Risiko Radang Otak
Radang otak bisa dialami oleh siapa saja. Namun beberapa faktor yang bisa meningkatkan risikonya meliputi:
Usia
Beberapa bentuk ensefalitis autoimun lebih umum terjadi pada anak-anak dan orang dewasa muda. Sementara, beberapa bentuk ensefalitis virus umumnya dialami oleh anak kecil dan orang lanjut usia.
Sistem Kekebalan Tubuh yang Lemah
Orang yang mengidap HIV-AIDS, yang mengonsumsi obat penguat kekebalan tubuh atau dengan kondisi lain yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh lemah berisiko mengalami radang otak.
Penyakit Autoimun
Orang yang sudah memiliki kondisi autoimun kemungkinan lebih rentan mengalami ensefalitis autoimun.
Merokok
Merokok bisa meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru. Pada gilirannya penyakit ini bisa meningkatkan risiko terkena sindrom paraneoplastik, termasuk ensefalitis.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan ke dokter saat mengalami gejala ensefalitis yang serius. Sakit kepala parah, demam, dan perubahan kesadaran memerlukan perawatan segera.
Sumber : Elmy Tasya Khairally – detikHealth
